Selasa, 31 Desember 2013
Kamis, 26 Desember 2013
While she was sick.....
Allah SWT memang sudah mentakdirkan bahwa surge ada di bawah telapak kaki ibu. Manusia akan memahami pada suatu saat fungsi seorang Ibu “dicabut” dari raganya walaupun secara fisik masih ada. Mama merasa sejak eyang mama sakit stroke, banyak fungsi eyang mama sebagai penyeimbang dalam keluarga hilang. Eyang mama yang bisa mengerem jika ada keputusan eyang aki yang dirasa kurang tepat. Eyang mama yang selalu ingin membahagiakan keluarganya, suaminya, anak-anaknya, mantu-mantunya dan cucu-cucunya. Eyang mama selalu ingat tanggal ulang tahun anak-anak, mantu, cucu dan pernikahan anaknya. Selalu jam ½ 6 pagi, eyang mama ngebel untuk mengucapkan selamat ulang tahun.
Eyang mama yang selalu membahagiakan keluarganya dengan makanan. Selalu memasak untuk eyang aki dan terkadang berlebihan. Selalu menyediakan makanan kesukaan anak dan mantunya atau cucunya kalau akan berkunjung. Selalu membuatkan sop tulang iga atau sop kaki sapi atau ketan untuk papa, memasakan semur jengkol untuk mama atau membuatkan abon ayam/ sapi ala eyang mama untuk cucu-cucunya.
Eyang mama yang selalu menjadi pemersatu dikala anak-anaknya ada yang berselisih paham.
Kala eyang mama sakit, semua itu hilang. Saat anak-anaknya ada yang berselisih paham, tidak ada yang bisa menasehati. Semua berjalan sendiri-sendiri. Sediihh mama.
Dikala berkunjung ke rumah eyang, sepi yang dirasa. Mama suka membawa nasi dari Bintaro karena eyang sekarang makan nasi merah. Mama pun sekarang harus membawa dan memasak untuk eyang di rumah eyang jika berkunjung ke rumah eyang. Mungkin inilah bedanya rasa seorang eyang mama dan eyang aki.
Menjadi seorang perempuan memang banyak sekali tanggung jawabnya. Bukan hanya melahirkan dan membesarkan anak, tetapi juga harus bisa bersikap menjembatani dengan keluarga asal dan kaluarga besar pasangan kita. Pada suatu saat kita tidak bisa bertindak baik terhadap keluarga inti kita atau terhadap keluarga besar pasangan hidup kita, hancurlah silaturahmi yang sudah dibangun sekian lama. Sebagai seorang perempuan, memang harus bisa bertindak sopan, santun apalagi terhadap keluarga besar pasangan kita. Terhadap mertua, kaka-kakak atau adik-adik dari pasangan hidup kita. Jika berbuat salah, janganlah malu untuk meminta maaf dan jangan pula bertindak conggak dan sombong. Hilangkan segala prasangka buruk, iri, dengki dan berfikiran negative. Memperpanjang silaturahmi mendatangkan rizki...
Ya Allah sembuhkanlah mama kami tersayang…. I miss u mom..... the real u...
Rabu, 25 Desember 2013
Nasehat mama buat 3 anak mama papa
Anak2 ku sayang ...... mama kasih nasehat kalian sebelum tidur dan selalu berulang mama sampaikan. Mudah2 an akan masuk ke dalam hati sanubari kalian dan menjaga amanat yang mama titipkan:
- Jagalah shalat kalian sampai akhir hayat kalian
- Akurlah kalian, kakak sayang ke adik dan adik hormat dan sayang ke kakak. perjalanan hidup mama agar menjadi pelajaran berharga buat kalian bertiga
- buatlah tangan kalian selalu di atas
- jauhkan sifat pelit dan tidak berbagi
- Mama dan papa tidak pernah meminta kalian menjadi juara 1 tapi jadilah yang terbaik semaksimal yang dapat kalian lakukan. Kembangkan EQ dan IQ kalian secara seimbang
insyaallah mama dan papa akan didik kalian menjadi manusia2 yang shaleh, pemimpin di masanya, pemimpin di keluarga dan masyarakat. Mudah-mudahan kalian diberikan istri yang shalehan di masanya yang sayang kepada saudara2 kalian dan orang tua kalian. Mama insyaallah akan menjaga kalian sehingga kalian akan merasa nyaman di dalam keluarga dan mama serta papa menjadi orang pertama yang akan kalian peluk dan sayang.
makan siang di uwak slipi
Karena Salman lagi ngambek, skedul berubah. Rencana awal ingin melihat film di Imax terus sore ke rumah Uwa Slipi. Kita langsung ke Kantor mama buat shalat dan pesen makan siang di bude (selain menu makan plus nasi yang kita bawa dari rumah). Kita langsung makan siang di rumah uwak rame-rame. Syukur uwak, pakde dan keluarga lainnya sehat walafiat. Kaka dan Salman dapat angpau ultah dari uwak slipi (sudah dibelikan sepatu dan kaos). Sultan juga kebagian (protes karena Cuma 1 lembar merah hahahahaha. Akahirnya diganti jadi 2 lembar biru). Sultan sudah dibelikan baju dan celana panjang sekalian hadiah angpau dari eyang. Alhamdulillah. Makasih uwa, pakde, dan eyang.
Liburan ke TMII-Monorel
LIBURAN KE TMII - Museum Keprajuritan
Judulnya kaka pengen liat macam-macam senjata pistol, dicoba masuk ke museum keprajuritan. Per orang Rp.2500. Sultan? Nggak dihitung hehehehe
Ternyata ini museum garing banget. Ditampilkan patung-patung pahlawan mulai dari teuku umar – sultan hasanuddin dll. Diorama di lantai 2. Cuma berupa koridor. Bagian kanan tembok dengan jendela kaca dan ditutup cat supaya gelap. Lumayan sejuk udaranya. Cuma diorama perjuangan banyak yang nggak terkenal dan banyak mengenai Sulawesi selatan dan Maluku. Beneran sayang banget…. Coba dikelola lebih bagus lagi……
Pistol? Nggak ada hahahahaha jadi kaka kecewa pas keluar dari sini plus salman ngamuk-ngamuk kecapean.






Langganan:
Postingan (Atom)



