Jumat, 29 Juli 2011

KAKA DEDE

Kaka dua bulan terakhir ini doyan sekali makan, terutama spicy wing buatan mbak nas, mie instan, dan french fries. Jadi, selalu perut laper terus. Akibatnya perut ur.kaka sekarang bulat terutama pinggang ke bawah. Sekarang kaka mama larang makan malam double. Sehabis makan malam, dilarang minta kentang, ataupun mie instant. kalau lapar, makan buah dan sayur.
Dede? hmmm ini malah jadi cungkring, otomatis self diet program.
Sultan? masih mungil....

Sabtu, 14 Mei 2011

Kedai Sate Lilit Bogor



Mulai hari ini, Uwa Mul bareng partner kerjanya, Pak Candra, buka warung makan di halaman rumah eyang di Bogor. Namanya KEDAI SATE LILIT BOGOR, di Jalan Gunung Batu 46 Bogor. . Kita semua ke Bogor. Buka jam 12 siang. Alhamdulillah lancar dan jam 4 sore sudah sold out!!!!! Paketnya masih promo, cuma Rp. 8 rb. Isinya lengkap : Nasi putih, sate lilit (dari ikan tuna loh) 5 tusuk, sop-nya dan Aqua gelas 1. Sambelnya.... mantep!!!!! Hari pertama cukup menggembirakan. Banyak pembeli yang tak putus berdatangan mencoba. mudah-mudahan akan datang kembali. Yuk silakan mampir. Tempatnya dekat kok dari Tol Bogor ke arah Darmaga. Tempatnya sebelum pertigaan ke ciomas dan Darmaga. Sebelah bengkel HONDA Motor, setelah tanjakan Sarijan/Kehutanan. Yuuukkkkkkkk....

Sakit!!!

Bulan ini bergantian sakit : kaka iyo, salman, sultan dan mama. Anak-anak sih biasa sakit panas. Nggak jauh-jauh dari sakit ISPA, amandel bengkak, sampai perut sakit. Kalau mama, punggung sakit. Wah, takut ada apa-apa, akhirnya mulai tanggal 9 Mei kemarin mama mengikuti program yang diatur mama sendiri. Mulai dari minum Calcium, minum oat meal, pantang beberapa makanan kesukaan mama (bye bye noodle, gorengan dan bakso,.......hiks), dan olahraga lebih rutin. Alhamdulillah sudah sembuh. Mudah-mudahan ke depan kita semua sehat walafiat ya. Sehat adalah nikmat yang tak ternilai harganya.

Selasa, 26 April 2011

Foto Bersama




Ini adalah ritual tahunan di ultah nikah eyang setiap 17 maret, foto bersama. Sayangnya tahun ini wa mul dan papa nggak bisa ikutan. Kita foto di BNR pakai tustel papa. Alhamdulillah bagus bagus. Seperti biasa anak-anak selepas foto bersama langsung berlarian kesana kemari. Hahahah... senangnya melihat mereka bergembira dan berkumpul bersama. Jarang-jarang semua cucu eyang berkumpul bersama dan bermain bersama. Sultan nggak ketinggalan. Berlari-lari dan "berkicau" hahahaha

Senin, 25 April 2011

Mesjid Agung Jawa Tengah





Di sela-sela kunjungan ke Semarang, mama mampir ke Mesjid Agung Jawa tengah, deket banget dengan tokonya Lottemart. Mama didrop di mesjid menjelang maghrib. Manghrib di sini. Sayang yang shalat cuma sedikit. Orang berkunjung cuma sekedar berkunjung dan foto-foto. Rencananya mama mau Isya di sini, tapi karena ternyata penerangan di sini gelap banget dan menakutkan, akhirnya mama putuskan kembali ke hotel. Bagus juga mesjidnya. Luas, dengan fasilitas hotel bagi jamaah yang ingin menginap, dan ada payung-payung yang dapat dibuka di halaman mesjidnya (seperti masjid Nabawi). Cuma kurang terawat ya..... dan yang kurang sreg adalah kombinasi warna yang dibuat ... hijau tua dan ungu muda....

Minggu, 24 April 2011

Sultan yang Ekspresif




Setiap akan difoto Sultan sangat ekspresive. Dia langsung mengeluarkan keceriaannya. Ini beberapa foto sultan yang lumayan ekspresif.
Satu lagi tentang Sultan. Dia suka kalau diajak bermain. Paling suka "joget" loncat - loncat Chaiya Chaiya Briptu Norman hahahaha....
Paling suka bermain ciluk ba (hide and seek).

Sabtu, 23 April 2011

Ke Masjid Kubah Emas dan Setu Babakan




Sabtu long weekend kemarin kita semua minus papa ke Masjid Kubah Emas di Gandul CInere. Berbekal info dari teman mama, kita ke sana dengan berbekal ilmu bertanya di setiap pom bensin (hehe). Kita sampai sana sekitar jam 10 panas sekali. Sudah banyak pengunjung datang. Karcis masuk 2 rb plus 10 rb untuk parkir di dalam. (Mestinya free lah, wong mesjid itu tempat ibadah bukan tempat wisata). Mesjidnya cantik. Hanya mungkin menurut mama terlalu ekslusif ya. Di dalam kompleks mesjid terdapat rumah pemilik yang besar sekali.
Selepas berkunjung kita langsung ke setu babakan di srengseng sawah. Wah sayang sekali potensi wisata yang bisa digarap bagus kurang dirawat dan managementnnya masih sederhana sekali. Terdapat kursi - kursi dan meja makan yang dipasang di sekeliling situ. Hanya ternyata ini milik para pedagang. Jadi sekalinya mama pesan minum dan makanan di tempat lain, diomelin dengan sang pemilik kursi. Selain harga minuman yang mahal dan waduk yang beraroma anyir karena lama tidak hujan, kesan tidak terawat terlihat sekali. Ah sayang....